Sabtu, 03 Desember 2011

Another Story

Melanjutkan perjuanganku menggapai dunia PPDS,
Sambil hamil, tak menyurutkan semangatku untuk terus berusaha. Setelah patah hati ditolak oleh Interne Unpad, aku memutuskan untuk kembali ke almamater. Bulan Juli, saat dibukanya pendaftaran gelombang kedua, aku datang ke Malang. Sejak berangkat, sudah mulai perjuangan. Waktu itu aku hamil sekitar 5 bulan, jadi aku minta suamiku untuk mengantarku ke stasiun yang lumayan jauh dari rumah. Kutunggu-tunggu, suamiku baru datang di waktu yang cukup mepet, jadi kami langsung berangkat. Baru keluar dari pos I, sudah disambut dengan gerimis dan macet. Tak mungkin terkejar keretaku tepat waktu. Akhirnya aku terpaksa berangkat sendiri pakai motor. Tapi walaupun sudah kuusahkan memacu sekencang yang aku bisa di jalanan yang macet dan licin karena hujan, tetap saja tak terkejar Malabar Ekspress sore itu. Aku terlambat 10 menit. Sempat berfikir untuk naik pesawat Jakarta-Surabaya penerbangan terakhir hari itu, tapi takut ketinggalan lagi, akhirnya kuputuskan naik Mutiara Selatan saja. Entah nanti turun di Surabaya atau dimana, dipikirkan nanti saja. Dan ternyata, tiket duduknya pun habis. Aku dapat tiket tanpa kursi, alhasil aku pun ngemper di sekat antar gerbong yang masih kosong, dengan hasil sakit pinggang dan nyeri di tulang dudukku keesokan harinya. Setelah memutuskan turun di stasiun Jombang, perjalanan berlanjut dengan bis kecil ke Malang. Sampai di tujuan sekitar jam 10 kurang, aku langsung cari kamar mandi untuk ganti baju dan cuci muka sekedarnya. Setelah menghubungi beberapa senior dan bagian sekertariat, aku meluncur mencari para pejabat  seperti yang diarahkan. Pertama, kucari Kepala Bagian. Ditunggu beberapa waktu, beliau tak kunjung datang. Begitu datang beberapa jam kemudian ternyata langsung ada acara bersama mahasiswa. Akhirnya kutemui KPS dan sekertaris KPS, dan hasilnya beliau menyarankan aku untuk mendaftar di periode berikutnya saja setelah melahirkan. Ya sudahlah, pulanglah aku ke Bandung. Paling tidak perjuanganku yang ini ada hasilnya. Mudah-mudahan periode berikutnya lancar tanpa kendala.

Setelah melahirkan, iseng-iseng aku mendaftar PPDS di Unpad jurusan yang berbeda. Hari ke-9 post partum, aku sudah bermotor sendiri dan menempuh tes pertamaku. MMPI, TPA dan TKBI. Ternyata seperti itu ya yang namanya TPA. Aku membeli buku tentang TPA, tapi ternyata berbeda. Seharusnya yang dulu aku ikut saja  tes hari pertamanya, toh aku sudah membayar. Supaya sekarang tidak kaget dan hasilnya banyak yang kukosongkan saja jawabannya. Terutama soal-soal aritmatika. Hiks..
Hari selasa, hari ke-12 post partum, aku kembali ke RSHS untuk briefing dan mengetahui bahwa tes selanjutnya (akademik dan wawancara) akan dilaksanakan pada hari Kamis. Hari yang ditentukan pun tiba. Kami ber-11 melaksanakan tes akademik, dasar-dasar keilmuan yang berkaitan. Aku sama sekali tidak belajar. Sebenarnya soal-soalnya tidak sulit. Benar-benar hanya dasar-dasarnya saja. Nilai yang dituntut pun minimal hanya 70. Tapi karena aku tidak belajar, jadi banyak yang sudah lupa, akhirnya aku pun gagal. Dari 11 orang, 4 orang harus pulang. Sepertinya 7 orang lainnya akan diterima semua.
Ada rasa malu, kecewa, menyesal luar biasa. Seharusnya aku bisa lebih memanfaatkan kesempatan ini dengan lebih baik. Mumpung peserta hanya sedikit. Seharusnya aku mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi. Tapi ya sudahlah, tak ada gunanya menyesal. Kumanfaatkan saja waktuku untuk mengasuh anak-anakku dengan sebaik-baiknya sebelum aku mendaftar lagi periode depan. Keep fighting !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar