Senin, 14 Mei 2012

Kisah Bapak Tua

Bapak tua itu berlutut disana, di bawah pohon yang tidak begitu rindang.. Sebelah tangannya memegang gagang panjang sapu lidi, dan sebelah lagi menopang dahi keriputnya. Sekali waktu dia menghela nafas panjang sambil mengusap kedua matanya seolah ingin membuang jauh-jauh kegelisahan hatinya. Matanya nanar memandangi anak-anak asuhnya yang terlelap di bawah bayangan dedaunan. Tak rela rasa hatinya, bahwa sebentar lagi dia harus meninggalkan mereka semua.

Sudah 46 tahun terakhir bapak tua itu mengabdikan waktunya di sana. Mengasuh, menjaga, membesarkan, mendidik, bermain dan bercanda dengan anak-anak asuhnya. Walaupun musim datang dan pergi silih berganti, anak-anak asuhnya pun beranjak besar dan satu-per satu pergi meninggalkannya, dan ada pula yang datang menggantikan, sehingga tak pernah sepi hatinya dari tingkah polah anak-anaknya itu. Tapi kali ini berbeda, dialah yang akan pergi meninggalkan anak-anaknya.

Usia yang tak lagi muda, dianggap oleh atasannya akan mengurangi efektifitas dan efisiensinya dalam melanjutkan tugas-tugasnya disana. Karena anak-anak asuhnya sangat besar dan kuat, dia dirasa tak cukup mampu lagi menangani mereka. "Harus ada regenerasi Pak, Bapak sudah waktunya istirahat." Begitu ujar atasannya kala itu.

Dia pun beranjak berdiri, mengusap rambut putihnya yang berpeluh dibawah terik matahari sore. Masih berat rasanya memikirkan perpisahan. Dia masih ingin menghabiskan waktu lebih lama disini. Menikmati kesempatan yang tersisa bersama kesayangannya.. Dia berjingkat pelan mendekati salah satu anaknya yang masih kecil, berjongkok untuk mengusap punggung besarnya yang bergerigi. Si kecil menggeliat pelan dan membuka sedikit matanya untuk melihat siapa yang menyentuhnya. "Baik-baik ya Nak, jangan nakal sama pengasuh yang lain. Mudah-mudahan kita masih bisa main lagi sekali waktu. Bapak akan menengok kalian.." ujarnya bergetar. Menahan sedih di tenggorokan..

Sekali lagi dia menoleh sebelum pergi keluar pagar. Menamatkan anak-anak asuhnya yang masih diam tak bergerak disana. Buaya-buaya muara yang disayanginya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar