Senin, 15 Mei 2017

#MemesonaItu Bisa Mengalahkan Diri Sendiri



Setiap orang punya ketakutan-ketakutan mereka masing-masing. Kadang ketakutan itu dapat disembunyikan, namun kadang rasa itu begitu kuat sehingga tak dapat ditutup-tutupi lagi.

Sebagai manusia biasa, saya pun punya banyak ketakutan. Salah satunya, adalah berbicara atau tampil di muka umum. Bila saya katakan ketakutan saya ini pada orang lain, hampir semuanya akan menertawakan saya. Mereka tak percaya. Tapi saya maklum. Bagaimana lagi. 

Sebagai dokter, kemampuan berbicara itu adalah salah satu kompetensi. Bagaimana menjelaskan suatu situasi pada pasien dan keluarganya sedemikian rupa sehingga dapat dimengerti dengan baik dan tidak timbul kesalah pahaman. Bila dokter pelit bicara, atau malas menjelaskan, atau keliru menjelaskan karena tidak cakap berbicara, maka akan rawan terjerumus dalam masalah. Walaupun sebenarnya dokter tersebut adalah dokter yang baik, yang kompeten, yang telah melakukan semua hal sesuai prosedur dan secara optimal. Namun, gara-gara komunikasi, semua dapat disalahpahami.

Demikian pula sebagai perwira. Dalam dunia militer, perwira adalah seorang pemimpin. Dia dibebani tanggung jawab untuk memimpin bawahannya, mulai dari peleton sampai batalyon, sehingga dapat bekerja sama melaksanakan tugas dan mencapai tujuan. Bila seorang pemimpin tidak dibekali dengan kemampuan komunikasi yang baik, maka satuan di bawahnya pun akan tercerai berai. Tugas tidak akan terlaksana dengan baik, dan bisa jadi bukannya mencapai tujuan, malah justru kalah perang. Amit-amit..





Tapi bagaimana lagi ... 

Kenyataannya memang seperti ini. Menjadi dokter sekaligus perwira, tidak menjamin seseorang yang tadinya gagu menjadi cerewet. Termasuk saya. Saya tetaplah orang yang takut untuk berbicara di muka umum. Terserah mau percaya atau tidak.

Tapi manusia dibekali dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Manusia dapat bereaksi secara luar biasa dalam keadaan terdesak. Saya pun tak dapat terus-terusan lari dari kenyataan. Berbicara di muka umum tak mungkin terelakkan. Dan ketika sudah terpaksa, mau tak mau, pasti tugas harus dilaksanakan juga.

Untuk mengatasi rasa campur aduk ketika hendak "tampil", persiapan materi tentu nomor satu. Kita harus menguasai betul apa yang harus kita sampaikan. Setelah itu, berlatih. Practice makes perfect. Berbicara di depan cermin adalah salah satu cara andalan sebelum presentasi. Persiapan terakhir adalah penampilan. Kenakan pakaian dan sepatu yang nyaman, sehingga kita dapat berdiri atau berjalan kesana kemari bila diperlukan. Gunakan warna pakaian yang kita sukai, kerudung yang tidak licin, make-up yang nyaman dan sedikit wewangian juga dapat menunjang rasa percaya diri.

Rasa grogi akan memicu keluarnya keringat yang lebih deras daripada biasanya. Keringat bercampur bakteri pasti akhirnya jadi aroma yang tak menyenangkan. Bagaimana mau tampil percaya diri bila bau badan tak sedap?

Salah satu wewangian untuk mendongkrak rasa percaya diri yang saya suka adalah Vitalis Breeze - Success Creation. Aromanya menguarkan kombinasi floral, woody dan green leaf. Segar dan tidak terlalu manis. Warnanya yang biru juga menjadi pilihan tersendiri. Dengan keharumannya, kita menjadi tersugesti untuk tampil percaya diri dan meraih kesuksesan.

So, be brave! Karena #MemesonaItu adalah ketika kita dapat mengalahkan pertarungan melawan diri sendiri. Kalahkan ketakutan-ketakutanmu. Karena sejatinya musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.


1 komentar: