Bagi orang tua yang dikaruniai putra/putri dengan gangguan dengar, salah satu harapan terbesar adalah memberikan implan koklea bagi Ananda tercinta. Implan koklea adalah penanaman alat bantu dengar buatan, yang diletakkan didalam rumah siput di telinga bagian dalam. Fungsinya adalah menggantikan sel-sel rambut yang rusak, yang berfungsi menangkap gelombang suara, mengubahnya menjadi sinyal-sinyal elektrik, dan meneruskannya melalui saraf pendengaran ke otak. Tetapi, apakah dengan implan koklea saja maka semuanya pasti beres? Apakah implan koklea adalah tujuan akhir perjuangan Ayah Bunda?
Berikut ini adalah hal-hal yang masih harus dilakukan dan diperjuangkan pasca pemasangan implan koklea, bersama dengan buah hati Anda:
1. Perawatan alat
Implan koklea terdiri dari beberapa bagian kecil. Biasanya terdiri dari prosesor, baterai, penutup mikrofon, kabel, koil dan magnet. Tiap-tiap bagian memerlukan perawatan agar tetap dapat berfungsi dengan baik. Pengeringan tiap malam, pengisian daya dari baterai, dan pembersihan koil harus dilakukan dengan cermat dan rutin.
2. Penggantian suku cadang
Prosesor dapat bertahan hingga puluhan tahun. Tetapi, suku cadang lainnya, harus diganti secara berkala. Misalnya penutup mikrofon, koil, kabel yang menghubungkan prosesor dan koil, magnet, dan baterai, semua memerlukan penggantian berkala. Dan harga dari masing-masing suku cadang tersebut sama sekali tidak murah. Selain penggantian suku cadang, penerima implan koklea juga harus secara berkala melakukan mapping atau programming. Untuk penerima implan yang berdomisili jauh dari penyedia layanan, hal ini cukup meyita waktu, tenaga dan dana.
3. Bila implan mengalami gangguan
Implan terdiri dari 2 bagian, yang ditanam didalam telinga, dan yang berada di luar tubuh. Untuk bagian yang tertanam dalam telinga, apabila terjadi gangguan yang memerlukan intervensi, tentunya memerlukan tindakan yang lebih invasif, yaitu pembedahan.
4. Upgrade
Teknologi implan koklea mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Setiap tahun, hampir selalu ada inovasi baru tercipta agar penerima implan dapat mendengar dengan lebih baik dari sebelumnya. Bagi orang tua yang selalu ingin memberikan yang terbaik bagi Ananda, upgrade adalah salah satunya. Tetapi, tentunya hal ini juga tidaklah murah.
5. Terapi
Ini mungkin adalah hal paling penting dari perjuangan untuk mendengar. Setelah implan, Ananda harus dikenalkan dengan suara, mengajari cara berespon, dan akhirnya cara berbicara. Bukan perjuangan yang mudah dan kilat. Tetapi merupakan gabungan kegigihan, kesabaran dan konsistensi. Terapi audiovisual yang dianjurkan adalah sesering mungkin. 2-3 kali dalam seminggu apabila memungkinkan. Disertai peran orang tua dan keluarga di rumah tentu saja, karena Ananda lebih banyak berada di rumah bersama keluarga dibandingkan dengan waktu terapi yang singkat.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar