Deteksi dini gangguan mendengar pada anak sudah dapat dilakukan sejak usia 0-3 tahun. Usia ini adalah periode emas, dimana apabila anak dengan gangguan pendengaran diberikan intervensi pada usia ini, maka ia dapat mengejar ketinggalannya dengan cepat. Ibu yang selama kehamilannya mengalami infeksi TORCHS, bayi yang menderita hiperbilirubinemia berat, dan bayi yang mengalami trauma dalam proses persalinan (misalnya melahirkan dengan forcep), dianjurkan menjalani pemeriksaan pendengaran.
Bayi lahir sudah dapat
memberikan reaksi terhadap bunyi yang keras seperti terkejut, kedipan mata,
berhenti menyusui, terbangun dari tidur ataupun menangis. Tetapi saat itu bayi
belum dapat menentukan dari mana asal bunyi tersebut.
Dalam perjalanan hidupnya bayi akan mendapat input suara yang
berada dilingkungan sekitarnya sehari-hari terus menerus seperti :
- Tepukan tangan
- Sendok yang dipukulkan pada
gelas / piring
- Deringan telpon
- Bel pintu
- Alat bermain yang sederhana
- Suara percakapan anggota keluarga
Sehingga dikemudian hari bayi/anak dapat mengenali
suara yang pernah didengarnya
Gangguan pendengaran pada bayi / anak dapat dikenali dengan :
- Bayi tidak terkejut ketika ada
suara keras
- Saat tidur bayi tidak terganggu
oleh suara keras/ribut
- Usia 6 bulan belum mengoceh
- Anak dipanggil belum menoleh
- Belum dapat berbicara pada usia
yang pada umumnya anak seharusnya sudah dapat bicara
- Anak hanya menggunakan salah
satu telinganya untuk mendengar
- Jika
berbicara dengan anak tersebut harus menggunakan suara agak keras/keras
- Adanya perbedaan perkembangan
komunikasi bila dibanding teman sebayanya
Bayi yang dicurigai
tidak merespon dengan suara-suara pada usia 1-3 bulan, sudah dapat dipastikan
mengalami gangguan pendengaran, maka sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter
THT-KL.
Pemeriksaan fungsi pendengaran secara
lengkap terdiri dari beberapa tahapan. Awalnya ahli THT-KL akan memastikan bahwa anak tidak sedang
batuk pilek dan liang telinga harus bersih dan anatominya normal.
Pemeriksaan tersebut terdiri dari :
- Tympanometri
- BOA
(Behavioral Observation Audiometri)
- Play Audiometri
- OAE (Oto-Acoustic Emition)
- ABR (Auditory Brainstem Response)
- ASSR (Auditory Steady State Response)
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar