Minggu, 09 September 2012

Struggling to Survive

Dulu, aku pikir perjalanan hidupku landai-landai saja. Tak ada yang istimewa. Tak ada gelombang tinggi, hanya riak-riak halus yang tak berarti. Allah swt tidak pernah mengirimkan ujian yang berat untukku. Sampai kadang dalam hati aku bertanya, apa menurut Allah swt aku tak sanggup kalau ditimpakan ujian yang berat? Ataukah aku belum layak "naik kelas" sehingga aku belum diuji?

Tapi semua mulai berubah beberapa tahun yang lalu. Saat Allah menimpakan ujian yang luar biasa, dan ternyata aku tidak lulus. Sejak saat itu, rasanya ujian demi ujian silih berganti dalam berbagai bentuk. Dan semua itu membukakan mataku, bahwa hidupku tidak landai lagi. Aku harus benar-benar berusaha sekuat tenaga kalau ingin sukses dunia akhirat. Karena aku bukanlah siapa-siapa. Tidak ada yang istimewa dalam diriku. Kalau ingin menjadi seseorang yang berarti, aku harus berjuang.

Dulu, orang tuaku sangat ketat mendidik dan memproteksi aku dan yang lain. Akibatnya aku tak pernah ikut ekstrakurikuler yang sesuai dengan keinginanku, tak pernah ikut organisasi, tak pernah kumpul-kumpul bareng teman-teman, dll. Tapi sisi baiknya, aku terlindungi dari pergaulan yang salah, dari pengaruh-pengaruh buruk yang seringkali menjerumuskan remaja-remaja labil pada waktu itu. Tapi akhirnya aku "nakal". Aku melanggar salah satu larangan, curi-curi, dan akhirnya aku menyesalinya seumur hidupku.

Sebenarnya masih banyak hal lain yang kusesali dalam hidupku, dimana seandainya aku diijinkan mengulang waktu, aku akan mengubahnya dan tidak melakukan hal yang sama. Tapi tentu saja itu tak mungkin. Semua sudah terjadi. Yang bisa kulakukan hanya memohon ampunan, dan berjuang semoga ke depan lebih baik lagi. Maaf, mungkin tulisanku gak jelas. Aku tidak bisa mengungkapkan semuanya secara eksplisit disini, karena sebagian merupakan aib pribadi.

Yang jelas, Allah sebenarnya sudah memperingatkan. Secara halus dan tersamar. Mungkin karena aku yang bebal dan insensitif, sehingga aku mengabaikannya. Dan sekarang aku harus mulai jadi lebih kuat. Berjuang untuk sekolahku, supaya sukses dan lancar, tidak tertinggal, tidak jadi locus minoris, tidak jadi bulan-bulanan. Dan berjuang untuk keluargaku, membesarkan anak-anakku yang diamanahkan padaku, supaya jadi generasi terbaik. Juga berjuang untuk suamiku, mempertahankan hubungan jarak jauh ini supaya tetap aman, walaupun badai mengguncang, ombak menerpa, godaan di kanan-kiri.
Semoga Allah swt meridhoi perjuangan kami ini...
Amiinnn...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar