Melihat postingan teman-teman yang dulu tak pernah terdeteksi suka menulis, tetapi sekarang tiba-tiba menjadi rajin dan rutin menulis, dan lagi tulisan-tulisannya pun enak dibaca, membuat aku 'cemburu' dan makin ingin menulis lagi.
Banyak hal yang terjadi dalam 2 tahun ini, yang tentu saja tak bisa dituangkan sekaligus dalam satu tulisan.
Pertama, mungkin akan kuceritakan dulu tentang anakku. Maklum, emak-emak. Pasti sukanya menceritakan tentang anak. Anakku yang sulung sudah kelas 2 SD. Dia sekolah di MIN. Dengan badannya yang besar dan kegiatannya yang kurang, aku ingin mengikutkan dia di klub berkuda dan memanah, berenang, bela diri dan mengaji. Namun aku masih harus pikir-pikir lagi, karena banyak sekali pos-pos pengeluaran lain yang harus diutamakan. Anakku yang kedua sekarang di TK A. Aku tak memaksa anak-anakku untuk cepat pintar membaca, hitung atau bahasa Inggris. Semua kubiarkan saja sesuai keinginan masing-masing. Biar mereka berkembang tanpa paksaan. Dan anak bungsuku, Alina, 2 tahun. Tahun ini, dia terdiagnosa dengan profound sensorineural hearing loss alias tuli sangat berat. Dan sejak saat itu, dimulailah petualangan kami dalam dunia baru. Dunia sunyi Alina, dan perjuangannya untuk 'mendengar'.
Bulan April 2016. Beberapa hari setelah aku selesai ujian board, kami memeriksakan Alina ke dokter karena belum ada perkembangan verbal. Dokter tumbuh kembangnya menyarankan untuk tes pendengaran, dan taraaa.. benar, Alina tuli. Setelah itu, kami konsultasi ke beberapa ahli, baik itu THT, maupun audiologist. Mereka menyarankan cochlear implant. Sesuatu yang asing buatku, namun berhasil memaksaku mencari tahu.
Aku ingin sekali membuatkan buku untuk masing-masing anakku. Mudah-mudahan ada waktu dan kekuatan. Buku berisi memoar, nasehat, dan kenangan yang bisa menemani mereka tumbuh dan dewasa.
Semoga..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar