Senin, 28 Mei 2012

Suka duka mencari downline

Wah, susah juga ya dapet downline.. Gak seperti yang dibayangkan. Maunya kan misalnya mem-prospek 10 orang, yang lanjut jadi downline minimal 5 atau 6 gitu. Tapi ternyata gak gitu. Sudah pasang iklan, sudah dapat belasan prospek, tapi belum ada yang lanjut.
Punya downline 2 pun dari spill over upline. Dan itu juga belum tentu aktif ya? Jadi begitu ternyata. Suka dukanya MLM online.. Tergantung keaktifan masing-masing. Kalau memang rejeki, memang jodoh, pasti dapat downline yang asik, aktif dan semangat. Mudah-mudahan Allah selalu kasi jalan.. Aminn..

Bulan ini aku berhasil tupo dengan total BP 113. Walaupun belum menjual, karena barang-barang itu kebanyakan kupakai sendiri, tapi lumayan lah. Dapat Tendercare gratis, dapat WP 1, dapat gratis traffic. Jaringan ini bener-bener sip deh. Orangnya asik-asik, kekeluargaannya oke, dan semua saling bantu untuk sukses sama-sama.

Oya, barang-barang oriflame bagus-bagus ya.. Aku coba semua sabun-sabunnya. Jadi makin semangat mandi. Hehehe... Ketahuan deh, kalo sebelumnya malas mandi. Pssstttt...
Aku juga coba EvenOut Day & Night creamnya. Asik juga lho.. Berasa lebih lembut di wajah.
Rencananya bulan depan aku mau coba parfumnya. Ada satu yang menarik hati....
Ntar diceritain lagi ya gimana hasilnya.. see u..
Yang mau coba juga, silahkan lho diintip di sini..

Kamis, 24 Mei 2012

Sambilan Keren

Per 16 Mei 2012 aku mulai bergabung dengan d'BC Network. Iseng-iseng berhadiah... Semoga..
Belum berani muluk-muluk, mengingat riwayatku dulu. Aku dulu juga pernah bergabung dengan MLM lain. Ternyata garis besarnya sama ya? Mungkin memang semua network MLM itu outline nya sama. Dan aku dulu tidak aktif. Karena aku malas mengejar-ngejar prospek, malas mengundang, malas menjual. Aku merasa aku tidak cukup pintar dan berbakat dalam mem-persuasi orang...

Sekarang aku mencoba memperbaiki image MLM di kepalaku, yang selama ini kuhindari.. Kalau akunya gak berpikir positif, gimana mau mengajak orang?
Dan aku pikir metode yang ini sepertinya lebih cocok untukku...
Kenapa?
1.  Karena bisa dijalankan secara online, bisa sambil browsing-browsing yang lain..
2.  Karena gak perlu ngejar-ngejar prospek, secara aku orangnya gak supel..
3.  Karena gak perlu presentasi, benci banget public speaking..
4.  Karena gak perlu jualan langsung, soalnya gak punya jiwa dagang..

Nah, mudah-mudahan yang kali ini bisa lebih lancar, sukses, berkah, bisa jadi tambahan income yang bermakna buat keluarga..
Amiiinnnnn...

Yang mau ikutan gabung, yang se-tipe sama aku, yang pingin tambahan income, yang pendiam, yang gak bisa jualan, yang males ikut kumpul-kumpul... coba disini deh...

Senin, 14 Mei 2012

Kisah Bapak Tua

Bapak tua itu berlutut disana, di bawah pohon yang tidak begitu rindang.. Sebelah tangannya memegang gagang panjang sapu lidi, dan sebelah lagi menopang dahi keriputnya. Sekali waktu dia menghela nafas panjang sambil mengusap kedua matanya seolah ingin membuang jauh-jauh kegelisahan hatinya. Matanya nanar memandangi anak-anak asuhnya yang terlelap di bawah bayangan dedaunan. Tak rela rasa hatinya, bahwa sebentar lagi dia harus meninggalkan mereka semua.

Sudah 46 tahun terakhir bapak tua itu mengabdikan waktunya di sana. Mengasuh, menjaga, membesarkan, mendidik, bermain dan bercanda dengan anak-anak asuhnya. Walaupun musim datang dan pergi silih berganti, anak-anak asuhnya pun beranjak besar dan satu-per satu pergi meninggalkannya, dan ada pula yang datang menggantikan, sehingga tak pernah sepi hatinya dari tingkah polah anak-anaknya itu. Tapi kali ini berbeda, dialah yang akan pergi meninggalkan anak-anaknya.

Usia yang tak lagi muda, dianggap oleh atasannya akan mengurangi efektifitas dan efisiensinya dalam melanjutkan tugas-tugasnya disana. Karena anak-anak asuhnya sangat besar dan kuat, dia dirasa tak cukup mampu lagi menangani mereka. "Harus ada regenerasi Pak, Bapak sudah waktunya istirahat." Begitu ujar atasannya kala itu.

Dia pun beranjak berdiri, mengusap rambut putihnya yang berpeluh dibawah terik matahari sore. Masih berat rasanya memikirkan perpisahan. Dia masih ingin menghabiskan waktu lebih lama disini. Menikmati kesempatan yang tersisa bersama kesayangannya.. Dia berjingkat pelan mendekati salah satu anaknya yang masih kecil, berjongkok untuk mengusap punggung besarnya yang bergerigi. Si kecil menggeliat pelan dan membuka sedikit matanya untuk melihat siapa yang menyentuhnya. "Baik-baik ya Nak, jangan nakal sama pengasuh yang lain. Mudah-mudahan kita masih bisa main lagi sekali waktu. Bapak akan menengok kalian.." ujarnya bergetar. Menahan sedih di tenggorokan..

Sekali lagi dia menoleh sebelum pergi keluar pagar. Menamatkan anak-anak asuhnya yang masih diam tak bergerak disana. Buaya-buaya muara yang disayanginya...