Wuih,.. Sudah setahun sejak terakhir posting. Apa kabar dunia? Sementara aku asik dengan duniaku sendiri..
Apa saja ya, yang sudah kulalui setahun ini? Sembari menguji memori jangka panjang, mari kita review..
Sekarang aku berada di semester 5. Sudah 6 dari 8 divisi terlewati. Rematologi, Endokrinologi, Kardiologi, Nefrologi, Hematologi, dan sekarang Pulmonologi. Ilmu? Jangan ditanya.. Luar biasa banyaknya. Sampai tumpah-tumpah. Tak tahu apakah bisa menyesakkannya dalam otak tua ini. Yang jelas, masih banyakkkkk yang harus dipelajari lagi.
Tahun lalu, yang kuingat ada kasus dugaan malpraktik yang melibatkan beberapa sejawat, yang akhirnya memicu munculnya reaksi dari sesama dokter di seluruh Indonesia. Alhamdulillah, kasus itu berakhir baik sepertinya. Walaupun tetap saja, masih banyak permasalahan di dunia medis tercinta kita ini. Semoga ke depan semakin membaik.
Selanjutnya, awal tahun, ada rizki yang tak disangka-sangka. Saya hamil anak ketiga. Tak direncanakan tentunya, karena masih dalam masa perjuangan seperti ini, tak mungkin sengaja "menyusahkan" diri dengan hamil dan punya bayi. Namun tentu saja tetap disyukuri, karena semua ini rizki, tak patut disesali.
Pertengahan tahun, tiba saatnya naik level, jaga IGD. Ternyata seperti itu rasanya. Paling sibuk, dan paling tidak enak. Sebab, saat jaga belakang, masih mungkin ada waktu istirahat, masih mungkin tidak menerima pasien baru (terutama saat ruangan sudah penuh, sehingga pasien dari IGD tidak dapat masuk ke ruangan), tapi di IGD tak mungkin tak ada pasien. Selalu ada saja yang datang. Mulai yang sakit ringan, sampai yang mengancam jiwa. Tapi pengalaman yang luar biasa. Menangani pasien dari awal mula sampai stabil dan layak dipindahkan ke ruangan, atau sampai meninggalnya, tentu tak dapat tergantikan. Jaga sebulan 12 kali, dengan kehamilan yang makin membesar, Alhamdulillah semua dapat dijalani biarpun dengan susah payah. Terimakasih tentu saja buat sejawat EM, Neuro, Paru, OBG, Bedah, Anestesi dan perawat IGD semuanya. Walaupun kadang terjadi gesekan disana sini, namun dapat diatasi dengan baik demi kemaslahatan bersama.
Selanjutnya, ada Pemilu. Selalu bersyukur bisa menjadi "legalized golput". Tetapi walaupun tak terlibat langsung, tetap saja harus menyimak hiruk pikuknya pendukung kedua kubu. Sampai ikut "sumpeg". Beliau berdua itu kan ya manusia biasa toh ya.. Dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kenapa kok harus didukung sedemikian rupa sampai membabi buta. Kalau mau mencoba netral, pasti semua orang itu akan bisa melihat betapa banyak cacat dari kedua kandidat tersebut. Benar-benar tak pantas untuk mendapatkan dukungan sampai seperti itu. Dan sampai sekarang pun ulah pendukung kedua kubu tersebut masih menyesaki media sosial sampai "sepet" mata bacanya. Biarlah, selama negara masih aman, biar saja mereka berdebat sesukanya..
Selanjutnya, lahirlah juga anak ketigaku. Hari Senin, 13 Oktober 2014, pukul 03.47 pagi. Perempuan, dengan BB 3515 gram dan panjang 48 cm, dengan persalinan normal dan lancar. Alhamdulillah.. Dengan cuti yang hanya seminggu, pada hari ke-7 post partum akupun sudah jaga lagi di IGD. Berat? Pastinya.. Meninggalkan bayi yang baru berumur 7 hari di rumah, campur aduk rasanya. Pumping ASI, mencuri waktu untuk mengantarkannya ke rumah, sambil tetap berusaha mengikuti ritme kerja yang tak pernah melonggar.. Untungnya tak lama. 2 minggu setelahnya sudah pergantian stase, dan Alhamdulillah aku ditempatkan di stase yang relatif ringan, Mengijinkanku untuk spend more time with my newborn baby.. Dan yang jelas, tidak jaga IGD sesering kemarin lagi.. Sekali lagi Alhamdulillah..
Sampai sekarang, aku masih terus bertanya-tanya, kenapa aku yang diberi stase Paru duluan. FYI, stase Paru ini ibaratnya adalah fase "pentasbihan" sebelum sah menjadi jaga 2. Jaga 2 adalah level tertinggi di hirarki PPDS. Dan aku merasa tak layak untuk "naik level" duluan. Aku tetap merasa sebagai the black sheep of the family, locus minoris.. Jadi apa pertimbangannya menaikkanku duluan? Apa sekedar iba, karena pasca melahirkan kemarin aku tidak mengambil cuti, jadi aku diberi kesempatan untuk "partially cuti"? Entahlah, disyukuri saja.. Itung-itung kesempatan untuk membayar hutang tugas-tugasku yang belum selesai...
Ayo semangat!!! Harus bekerja dan belajar lebih keras dibanding teman-teman yang lain. Cepat bayar hutang, cepat selesai, cepat lulus.. Ganbatte!!!