Kamis, 28 Juni 2012

Untuk Anak-anakku

Anak-anakku...

Kelak ketika kalian menemukan tulisan ini, aku berharap kalian bisa mengetahui, betapa sesungguhnya aku sangat mencintai kalian. Walaupun dengan cara yang aku tahu. Aku yakin aku tak cukup memenuhi harapan kalian, tak bisa jadi sesempurna seperti yang kalian mau.. Tapi itulah caraku mencintai kalian. Tak selalu terungkap secara nyata, namun percayalah, cintaku pada kalian tak ada yang menandingi. Tak ada manusia lain yang menyayangi kalian lebih besar dan lebih tulus daripada aku..

Anak-anakku...

Sekarang kalian masih terlalu kecil untuk mengungkapkan kekecewaan, atau ketidak puasan kalian terhadapku. Tapi percayalah, aku tahu apa isi hatimu. Malam-malam saat kalian tidur tanpa aku di sisi, sesungguhnya aku menangis merindukan kalian. Saat kalian sakit, dan orang yang kalian panggil bukan aku, hatiku lebih sakit bagai teriris sembilu. Saat kalian ingin bermain, dan orang yang kalian cari bukan aku, aku merasa seperti orang terbuang yang tak dibutuhkan siapapun di dunia ini.  Saat kalian tumbuh besar dan cerdas, dan bukan aku yang mengajari kalian, bukan aku yang ada disana melihat kalian melakukan sesuatu dengan sempurna untuk pertama kalinya, aku merasa tak berguna hidup dan pendidikanku selama ini.  Dan aku sangat tahu, kalian sebenarnya ingin aku ada untuk kalian, but I wasn't there..

Anak-anakku...

Mungkin di mata orang lain, aku ini Ibu yang lebih memilih karier dan pekerjaan dibanding kalian. Aku nampak asik dan menikmati kesibukanku di sana-sini. Tapi mereka tak tahu Anakku, bahwa dimanapun aku berada, hati dan pikiranku selalu tertuju pada kalian, apa yang kalian lakukan saat aku jauh, apakah kebutuhan kalian terpenuhi, apakah kalian mencariku, apakah kalian merindukanku..

Anak-anakku...

Allah swt. telah menitipkan kalian padaku. Menjawab doa-doa panjangku, dan mengirimkan kalian untuk hidup di rahimku selama 9 bulan. Menolongku mengatasi rasa nyeri dan sakit saat melahirkan kalian. Menguatkanku untuk melewati malam-malam panjangku berjaga demi kalian. Memberiku kesehatan agar bisa menemani kalian bermain dan mencari nafkah untuk kalian. Memberiku ketabahan dan kesabaran saat kalian sakit..

Dan untuk itu Anak-anakku...
Aku akan mempertaruhkan apapun demi kebahagiaan kalian. Seandainya aku bisa memilih, aku akan berhenti dari pekerjaan dan kesibukanku agar bisa selalu bersama kalian. Seandainya mengundurkan diri tidak harus membayar ganti rugi 10 kali lipat... Seandainya Allah swt. tidak menitipkan ilmu padaku untuk membantu orang lain mencari kesembuhan... Seandainya kita sudah financially free... Aku pasti tak akan berpikir dua kali untuk berhenti dari semua kegiatanku demi kalian, Anak-anakku..

Tapi Anak-anakku...
Ribuan "seandainya" itu tak berarti apapun. Karena kita harus menghadapi kenyataan. Sementara ini kita memang ditakdirkan untuk hidup seperti ini dulu. InsyaAllah kelak, semoga tidak lama lagi, aku bisa membahagiakan kalian. Dengan cara apapun yang kalian inginkan. Karena kalianlah ladang amalku, sumber amal jariahku, untuk itu aku akan berjuang sekuat tenagaku.
Bersabarlah Nak,

Semoga Allah swt. mendengar doa kita....