Rabu, 12 Januari 2011

Inspired

Membaca notes salah seorang sahabat lama di Facebook pagi ini, saya jadi terketuk dan terinspirasi (lagi). Terpicu dan terpacu untuk berbuat lebih baik lagi untuk diri sendiri, keluarga, dan umat pada umumnya. Tahun demi tahun berlalu dalam hidup saya begitu saja, mengalir seperti air, menggelinding saja, tak ada yang istimewa. Sudah 30 tahun lebih hampir bisa dibilang tersia-siakan. Ada yang sudah diraih, tetapi ada pula yang mengalami kemunduran, dan banyak yang tetap, begitu-begitu saja. Banyak yang dicita-citakan sejak jaman muda dahulu kala, tapi sampai sekarang pun masih tetap tercatat sebagai cita-cita semata. Walaupun Andrea Hirata bilang agar tetap bermimpi, karena suatu saat Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu itu. Tapi kok ya naif sekali kalau kita cuma bermimpi, tanpa usaha keras untuk menjadikannya nyata. Namun begitulah yang terjadi...
Sering bertekad untuk berubah, harus begini, kudu begitu, tetapi semua tekad itu meluruh seiring waktu. Seperti pasir halus di pantai yang lambat namun pasti, tergerus ombak yang konstan menerpa tanpa kenal lelah. Niat tinggallah niat..

Walaupun tak merayakan tahun baru, tapi tak ada salahnya membikin daftar target yang ingin dicapai di tahun depan. Sekedar pengingat, agar tetap bersemangat, dan bahan muhasabah bila di akhir waktu yang ditetapkan, target tersebut belum tercapai. Ada banyak macam target katanya. Mulai yang duniawi sampai ukhrawi. Target pribadi, target keluarga, target karier, target pendidikan, target finansial, target amal, target hobi, target pengalaman, target karya, dll.
Karena saya masih sangat awam, maka target-target yang saya buat pun masih begitu superfisial. Malu untuk menuliskannya disini dan membaginya ke seluruh dunia. Karena itu, biarlah catatan itu untuk saya sendiri, dan tulisan ini sebagai pengingatnya. Semoga tidak berakhir menjadi sekedar daftar target semata...



Sabtu, 08 Januari 2011

Another New Year

Tanpa terasa, sudah ada di tahun yang baru lagi. Apa ya, yang sudah dikerjakan selama setahun kemarin? Sudahkah lebih baik dari tahun yang sebelumnya? Rasanya belum... Betul-betul merugi rasanya..
Setiap awal tahun selalu ada semangat menggebu-gebu untuk memperbaiki diri dan hidup menuju lebih baik. Namun niat itu senantiasa luntur seiring waktu. Betapa lemahnya... Tak sanggup memerangi nafsu diri sendiri yang lebih digdaya merajalela. Malu sama Allah yang menjadi saksi..

Di awal tahun ini ada beberapa perubahan. Suami sudah kembali ke sisi, setelah 3 tahunan berjauhan karena SKEP memisahkan kita. Alhamdulillah dia juga sudah lulus sekolah, lunas sudah 1 hutang. Sekarang tinggal tunggu kenaikan pangkat.
Dan untuk saya sendiri? Masih banyak tugas menanti. Terutama sekolah spesialis. Tes Insya Allah di pertengahan tahun ini. Sanggupkah? Tanpa pertolongan Allah tentu saja tak mungkin... Oleh karena itu, saya siap! Siap untuk selalu meminta dan memohon pertolongan-Nya sepanjang ingatan masih sehat, agar selalu dimudahkan segala urusan. Dikuatkan lahir maupun batin menjalani apapun yang Dia berikan. Amin...